Selasa, 23 Februari 2010

Badan Pengurus Periode 2009/2010

KETUA UMUM : Stefanus Ile Ratu

SEKRETARIS UMUM : Petrus P. B. B. Yoseph

WAKIL SEKRETARIS UMUM : Hironimus Boli

BENDAHARA UMUM : Apolonia Sura Boro

WAKIL BENDAHARA UMUM : Ina Doken

•Bidang Keorganisasian

Ketua : Hendrikus Ray

Wakil : Stefanus Kopong Witak

•Bidang Kemasyarakatan

Ketua : Yulius Kabi

Wakil : Adrianus Doni Lubuk

•Bidang Kerohanian

Ketua : Maria Viktoria Lipat Sanga

Wakil : Heribertus Ola

Seksi-seksi

Seksi Pengembangan Kader: Marselinus Bala Makin

Seksi Kesekretariatan: Bonefasia Uba Boli

Seksi Minat dan Bakat: Aloysius Ola Ama

Seksi Pendidikan: Agustinus Andreas

Seksi Pengembangan Ekonomi: Maria Yanita Benga Ola

Seksi Pengabdian Masyarakat : Yohanes Klaudius Doni

Seksi Pengkajian Budaya Lamaholot: Simon S. Tupen

Seksi Advokasi: Nolan Dosinaen

Seksi Gender: Sensi Tarnet

Seksi Kontak Alumni: Kristoforus Pati Seria

Seksi Hubungan OKP: Tarsisius Lanang Pati

Seksi Pengkajian Keumatan: Emilia Dwiyanti

Seksi Hubungan Lembaga Keumatan : Rofinus Ola Mado

Seksi Kerukunan Umat: Inggrida Rosalia Demon

Sejarah singkat IPMI Kupang

Ikatan Pelajar Mahasiswa Ile Boleng pertama kali dibentuk pada tahun 1984 di Naikoten I. Kelahiran Ikatan ini terjadi di rumah Bapak Tadon, sesepuh Ile Boleng di Kota Kupang. Tempat ini sekaligus menjadi sekretariat pertama.

Saat pertama kali dibentuk, ikatan ini diberi nama Ikatan Mahasiswa Ile Boleng disingkat IMIB. Latar belakang lahirnya IMIB adalah adanya keinginan orang tua untuk menghimpun kaum muda Ile Boleng dan juga karena ketidakkompakkan kaum muda Ile Boleng. IMIB adalah ikatan dengan sifat persaudaraan dan kekeluargaan dan dijiwai budaya Lamaholot. Kepengurusan pertama pada tahun 1984 dipegang oleh Rafael Semae Sili sebagai Ketua Umum dan Rafael Rape Tupen sebagai sekretraris umum.

Dalam perjalannya, IMIB mandeg sampai tahun 1992, kemudian dihidupkan lagi oleh Marsel Pati sebagai ketua. Kepengurusan lalu mandeg lagi kedua kalinya sampai 1997. Pada tahun ini, Ikatan coba dihidupkan kembali dan diganti namanya menjadi IMPI (Ikatan Mahasiswa Pelajar Ile Boleng).

Untuk ketiga kalinya, Ikatan ini mandeg. Pada tahun 2004 dihidupkan lagi dan diganti namanya menjadi IPMI (Ikatan pelajar mahasiswa Ile Boleng) dengan ketua Bernadus Boro Tupen. Nama ini dipakai hingga sekarang, dengan membangkitkan lagi dan mengaktifkan kembali kegiatannya pada tahun 2009 dengan ketua yang kini sedang menjabat.

Jumat, 12 Februari 2010

Pelantikan BP IPMI

Ujung penantian panjang anggota Ikatan Pelajar Ile Boleng (IPMI) kini telah tiba. Pengukuhan Badan Pengurus sebagai titik mula perjalanan kepengurusan telah berjalan pada hari Sabtu, (6/2/2010) bertempat di Aula Koperasi Oebobo Kupang. Pembukaan yang rencananya terjadi pada pukul 5.00 ternyata molor sampai pukul 8.00 karena halangan cuaca. Kegiatan yang dihadiri peserta dan undangan hampir seratus orang ini diakhiri dengan ramah-tamah dan makan bersama pada pukul 10.00 malam.
Serimonial pelantikan itu sendiri dilakukan oleh Pa Rafael Rape Tupen dengan saksi Ama Umar Sengaji dan disaksikan pula oleh Ama Ronald Raya Todo Boli selaku senior Ile Boleng. Hadir pada saat itu Pa Paul Suban selaku Anggota Dewan Penasihat (ADP) dan Ama Andy Pati mewakili OKP.

Senin, 07 Desember 2009

IPMI Bangkit lagi

Rapat Umum Anggota Ikatan Pelajar Mahasiswa Illeboleng (IPMI) akan segera dilaksanakan. Panitia telah dibentuk pada tanggal 29 November dengan menunjuk Petrus Payong Beda bin Yoseph sebagai ketua panitia pelaksana dan Ama Fery sebagai Pengarah (steering commitee).
Pertemuan pertama untuk membicarakan rencana ini telah dimulai di rumah Ferry Kia Gego pada tanggal 26 November 2009.
IPMI sendiri adalah salah satu dari tiga OKP adonara yang mendukung berdirinya angkatan Muda Adonara Kupang, dan telah mandeg selama beberapa tahun ini. Pada periode kepengurusan sebelumnya, banyak kegiatan yang pernah dilaksanakan di Lewotana, khususnya di Illeboleng.
Pada pertemuan pertama, hadir sekitar lima puluhan anggota. Anggota yang sempat didaftar adalah sebanyak seratus dua puluhan orang, sedangkan pada pertemuan kedua hadir sekitar enam puluhanan orang.
Banyak anggota berharap supaya kepengurusan bisa terpilih sehingga IPMI bisa dihidupkan lagi.